Selamat Datang

Cara Mudah Memiliki Bisnis Tiket Pesawat Online Akhirnya Ditemukan !

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU
DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE


Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online


http://www.agen-tiket-pesawat.com/

http://www.agen-tiket-pesawat.com/2013/05/cara-daftar-keagenan.html

Penumpang Berhak Minta Ganti Rugi Jika Penerbangan Delay atau Terlambat, (Semua ada Aturannya)


Keterlambatan Angkutan Penerbangan yang sering terjadi di Indonesia, membuat Pemerintah mengeluarkan UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan atau di kenal dengan UU Penerbangan.
Penjelasan tentang keterlambatan ini bisa di definisikan sebagai “ Terjadinya Perbedaan Waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan “ ( diatur dalam pasal 1 angka 30 UU Penerbangan) 

Kemudian keterlambatan ini dibagi dalam beberapa Jenis, yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara (“Permenhub 77/2011”). Dalam Pasal 9 Permenhub 77/2011, keterlambatan ini dibagi dalam beberpa hal yaitu:
  1. Terjdi keterlambatan penerbangan (flight delayed);
  2. Tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara yang tidak memungkinkan (denied boarding passenger); dan
  3. Terjadi pembatalan penerbangan (cancelation of flight).
Terjadi keterlambatan penerbangan (flight delayed) pada angkutan penumpang yang dimaksud dalam Pasal 9 huruf a Permenhub 77/2011 di atas,yaitu pengangkut (maskapai penerbangan) harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh penumpangnya

Ganti rugi yang harus diberikan oleh maskapai penerbangan kepada penumpang sebelumnya juga sudah diatur dalam Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara (“Permenhub 25/2008”) yaitu:

  • keterlambatan lebih dari 30 (tiga puluh) menit sampai dengan 90 (sembilan puluh) menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman dan makanan ringan;
  • keterlambatan lebih dari 90 (sembilan puluh) menit sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang atau malam dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara niaga berjadwal lainnya, apabila diminta oleh penumpang;
  • keterlambatan lebih dari 180 (seratus delapan puluh) menit, perusahaan angkutan udara niaga berjadwal wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan slang atau malam dan apabila penumpang tersebut tidak dapat dipindahkan ke penerbangan berikutnya atau ke perusahaan angkutan udara niaga berjadwal lainnya, maka kepada penumpang tersebut wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.
Kemudian, pemerintah melengkapi ketentuan ganti rugi dalam Peraturan Mentri Perhubungan 25/2008 dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 10 Permenhub 77/2011, sebagai berikut:

  1. keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang;
  2. diberikan ganti kerugian sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan huruf a apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara;
  3. dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.
Ketentuan peralihan dari Permenhub 77/2011 tidak menyatakan tidak berlakunya Permenhub 25/2008, sehingga keduanya tetap berlaku. Hanya saja, ketentuan ganti kerugian yang diatur Permenhub 77/2011 baru mulai berlaku tiga bulan sejak tanggal ditetapkan atau tiga bulan sejak 8 Agustus 2011 (lihat Pasal 29 Permenhub 77/2011).

Jadi, memang dalam beberapa kondisi sebagaimana tersebut di atas, penumpang berhak dipindahkan ke penerbangan lain (mendapat tiket penerbangan lain), selain mendapatkan makanan dan minuman.

Meksi demikian, Maskapai Penerbangan dibebaskan dari tanggung jawab atas ganti rugi akibat keterlambatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a yang disebabkan oleh faktor alam(cuaca) dan atau teknis operasional (ketentuan bisa dilihat dalam Pasal 13 ayat [1] Permenhub 77/2011). Yang dimaksud faktor alam(cuaca) dan teknis operasional yang dijelaskan dalam penjelasan Pasal 146 UU Penerbangan dan juga Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3) Permenhub 77/2011, lebih jelasnya dapat dapat anda lihat pada tabel di bawah ini:

Faktor Alam/Cuaca
Teknis Operasional
TIDAK Termasuk Teknis Operasional
hujan lebat, petir, badai, kabut, asap, jarak pandang di bawah standar minimal, atau kecepatan angin yang melampaui standar maksimal yang mengganggu keselamatan penerbangan

(Pasal 146 UU Penerbangan dan Pasal 13 ayat [2] Permenhub 77/2011)


a.     bandar udara untuk keberangkatan dan tujuan tidak dapat digunakan operasional pesawat udara;
b.    lingkungan menuju bandar udara atau landasan terganggu fungsinya misalnya retak, banjir, atau kebakaran;
c.     terjadinya antrian pesawat udara lepas landas (take off), mendarat (landing), atau alokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di bandar udara; atau
d.    keterlambatan pengisian bahan bakar (refuelling).

(Pasal 146 UU Penerbangan dan Pasal 13 ayat [3] Permenhub 77/2011)
a.     keterlambatan pilot, co pilot, dan awak kabin;
b.    keterlambatan jasa boga (catering);
c.     keterlambatan penanganan di darat;
d.    menunggu penumpang, baik yang baru melapor (check in), pindah pesawat (transfer) atau penerbangan lanjutan (connecting flight); dan
e.    ketidaksiapan pesawat udara.

(Penjelasan Pasal 146 UU Penerbangan)

Dasar hukum:
  1. Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
  2. Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara
  3. Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.
Demikian semoga bermanfaat.
================================================================
 
NB: Kami membuka peluang usaha bisnis tiket pesawat online,Tiket Kereta Api dan Voucher Hotel Online, untuk menjadi member tidak sesulit yang anda bayangkan, bisa dilakukan kapan saja dimana saja oleh anda yang berprofesi sebagai karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, mahasiswa, atau siapa saja dengan modal terjangkau hanya Rp. 150.000,- 

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA
TANPA HARUS DEPOSIT !!
Untuk Pendaftaran silahkan klik Icon di bawah ini, anda akan diarahkan ke Halaman Formulir pendaftaran di Website utama kami " www.birotiket.com "

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman
Klik Gambar Kunjungi Laman
Legalitas Perusahaan

PT. ANTA UTAMA

Jl. Dhoho Gg Masjid Setono Gedong No. 3, KEDIRI

JAWA TIMUR - INDONESIA

Akta Notaris No. : 17, Tanggal : 15 Januari 2009

SK Kehakiman No. : AHU-1475.AH.01.01 Tahun 2009

Ijin Usaha Pariwisata No. : 556/11/419.45/2009

SIUP No. : 503.5/033/419.38/2009

TDP No. : 13.11.1.63.00368

NPWP No. : 02.666.101.7-622.000

Sertifikat ASITA No. : 0343/XII/DPP/2009

PT. ANTA UTAMA Adalah Perusahaan Biro perjalanan yang berpengalaman di bidang : Transportasi, ticketing, dokumen perjalanan, Haji/umroh, dan Tour pariwisata. Sudah ribuan bahkan jutaan orang yang telah menikmati jasa pelayanan kami.

Sesuai nama perusahaan ANTA ( dalam bahasa Arab ) yang berarti Anda atau Kamu dan UTAMA yang berarti : Mulya atau Prioritas, maka sesuai dengan nama di atas kami berkomitmen untuk selalu menjadikan anda sebagai prioritas pelayanan kami.

Disamping Arti secara etimologi, nama di atas juga mempunya nilai filosofi yang sangat mendalam yang tidak mungkin kami uraikan di tempat ini.


OFFICE PT. ANTA UTAMA

OPERATOR TICKETING PT. ANTA UTAMA