Selamat Datang

Cara Mudah Memiliki Bisnis Tiket Pesawat Online Akhirnya Ditemukan !

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU
DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE


Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online


http://www.agen-tiket-pesawat.com/

http://www.agen-tiket-pesawat.com/2013/05/cara-daftar-keagenan.html

Tiket dan Airport Tax Dipisah, Bukti Lemahnya Komunikasi Antar Kementerian


www.agen-tiket-pesawat.comJakarta -Maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memutuskan mulai Rabu 1 Oktober 2014 kembali menerapkan aturan lama dengan memisahkan pembayaran tiket dan Passanger Service Charge (PSC) alias airport tax untuk penerbangan domestik.

Itu merupakan langkah mundur bagi dunia penerbangan Indonesia. Kebijakan itu diambil setelah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mengalami kerugian rata-rata Rp 2,2 miliar per bulan sejak 1 Oktober 2012.

Keputusan Garuda Indonesia yang tidak berhasil dicegah oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan membuktikan lemahnya komunikasi terutama koordinasi antar BUMN dan kementerian. Ini harus menjadi perhatian serius presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Apalagi dari ratusan negara di dunia ini, hanya Indonesia dan Brunei Darussalam yang memisahkan pembayaran tiket dan PSC.

"Selama ini para penumpang Garuda Indonesia di seluruh Indonesia sudah menikmati penggabungan pembayaran tiket dan PSC itu. Mereka sangat dimanjakan dengan pelayanan tersebut. Sehingga saat di bandar udara kalau mau terbang langsung masuk ke ruang tunggu atau menunggu di lounge," kata pakar komunikasi, Aqua Dwipayana, Kamis (25/9/2014), saat diminta tanggapannya mengenai keputusan Garuda Indonesia tersebut.

"Namun mulai Rabu aturan itu tidak berlaku dan kembali menerapkan peraturan lama yakni harus antri bayar PSC. Ini merupakan langkah mundur bagi dunia penerbangan Indonesia. Juga bukti nyata sangat lemahnya komunikasi terutama koordinasi antar BUMN dan antar Kementerian khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan," tambahnya.

Selama dua tahun diterapkan sistem PSC on Ticket ini, praktis hanya Garuda Indonesia dan anak usahanya (Citilink) yang menerapkan. Selama menggabungkan PSC ke dalam tiket, Garuda ternyata harus nombok alias tekor Rp 2,2 miliar per bulan.

"Mengakibatkan nilainya cukup material, Rp 2,2 miliar berkurang setiap bulan," kata Executive Project Manager Dedicated Terminal Garuda Indonesia Andi Rivai di, Senayan, Jakarta, kemarin

Kerugian ini disebut PSC tiket 'multileg stop over' yang tidak ter-collect. Misal wisatawan Jepang atau Belanda terbang memakai armada asal negaranya menuju Yogyakarta. Di Indonesia, penumpang harus transit di Denpasar atau Jakarta, kemudian berganti pesawat ke Yogya.

Mereka bisa saja berganti pesawat memakai Garuda ke Yogya. Di lokasi transit, PT Angkasa Pura I atau II (Persero) menagih PSC ke penumpang padahal penumpang sudah membayar saat berangkat di negara asalnya.

Mau tidak mau, Garuda yang harus membayar karena penumpang merasa telah membayar di awal saat berangkat. Hal ini diakibatkan sistem PSC on Ticket maskapai Garuda dan asing tidak bersinergi dengan sistem PSC on Ticket di Angkasa Pura I dan II.

Penerapan PSC on Ticket yang dipakai dan dikelola operator bandara di Indonesia di bawah standar internasional yang dipakai Internasional Air Transport Association (IATA). Alhasil pembayaran PSC penumpang di luar negeri ke Indonesia tidak tercatat pada Global Distribution System (GDS) sehingga menyulitkan penagihan PSC oleh operator bandara RI.

Aqua yang sembilan tahun terakhir rata-rata setiap minggu enam kali naik pesawat terbang termasuk pakai Garuda Indonesia ke berbagai daerah dan luar negeri, menyayangkan keputusan Garuda Indonesia tersebut. Meskipun mendukungnya karena sangat tidak fair operator pesawat terbang milik pemerintah itu menanggung biaya yang seharusnya dibebankan kepada penumpang. Apalagi jumlahnya sangat besar yang setiap tahun jika diakumulasikan mencapai puluhan miliar rupiah.

Menurut anggota Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom ini, keputusan Garuda Indonesia tersebut sebenarnya bisa dicegah atau dibatalkan jika antar BUMN kompak. Realitanya sebagian BUMN di Indonesia mau menang sendiri dan bahkan yang menonjol adalah ego sektoralnya. Ada BUMN yang merasa paling hebat dan paling benar, sehingga kesulitan mitranya tidak perlu diakomodir.

Kondisi seperti itulah menurut pengamat kepolisian dan militer ini yang dialami Garuda Indonesia. Mengenai pemisahan tiket dan PSC itu, masalah utama Garuda Indonesia adalah dengan dua BUMN yakni PT Angkasa Pura I atau II yang selama ini memungut PSC.


"Karena sama-sama BUMN seharusnya Pak Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN bisa menyelesaikan masalah antara Garuda Indonesia dengan Angkasa Pura I atau II. Direksi ketiga BUMN tersebut dipanggil untuk duduk bersama guna mencari solusi terbaik penyelesaiannya. Sedangkan Pak Dahlan sebagai wasitnya. Kenyataannya, ketiga BUMN itu merasa sama-sama kuat dan benar, sehingga yang dirugikan adalah calon penumpang yang menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia," ungkap Aqua yang selama ini sering memberi masukan ke manajemen Garuda Indonesia untuk perbaikan layananannya.

Selama sekitar dua tahun ini penggabungan pembayaran tiket dan PSC tersebut menurut mantan wartawan Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Semua pihak diuntungkan.

Penumpang beruntung sebab tidak perlu antre untuk membayar PSC. Sehingga lebih efisien dari sisi waktu. Apalagi petugas yang mengutip pembayaran PSC tersebut jarang yag bersikap ramah dan tersenyum kepada calon penumpang. Mereka bekerja seperti robot dan kesannya tidak melayani manusia.

"Kesan saya selama ini para petugas itu tidak dididik bagaimana cara yang baik melayani calon penumpang. Sehingga terkesan layanannya asal-asalan dan berada di bawah standar pelayanan yang seharusnya. Komunikasi mereka umumnya kurang baik. Saya berani mengatakan seperti itu karena sudah ribuan kali mengalaminya," kata Aqua yang sekaligus memberikan masukan ke manajemen Angkasa Pura I atau II.

Sedangkan manfaat buat Garuda Indonesia adalah sebagai bagian dari layanan ke calon penumpang. Sehingga meningkatkan citra perusahaan tersebut di mata calon penumpang. Selain itu memperkecil keterlambatan calon penumpang naik pesawat karena tidak perlu antre untuk bayar PSC.

Bagi Angkasa Pura I atau II manfaatnya lebih banyak lagi. Di antaranya tidak perlu repot menyediakan petugas untuk mengutip PSC dari calon penumpang. Juga hitung-hitungan dengan Garuda Indonesia lebih mudah dan jelas. Jadi efisien sekali.

"Seharusnya Angkasa Pura I atau II memberi insentif dan apresiasi kepada Garuda Indonesia sebab mempermudah dan membuat pekerjaan kedua perusahaan itu lebih efisien dalam memungut PSC. Bukan malah yang terjadi sebaliknya, beban Garuda Indonesia jadi makin besar. Ini kan sangat tidak fair," ungkap Aqua.

Masalah komunikasi antara Garuda Indonesia dengan Angkasa Pura II bukanlah yang pertama. Sebelumnya tahun lalu, operator yang telah banyak mendapat penghargaan internasional itu batal terbang langsung dari Jakarta ke London. Penyebabnya landasan pacu di Bandara Soekarno Hatta tidak mampu untuk dipakai pesawat Garuda Boeing 777-300 ER dalam kapasitas penuh.

Rencana semula Garuda Indonesia akan melayani penerbangan langsung Jakarta-London non-stop dengan mengangkut 314 penumpang, yang terbagi ke dalam 8 first class, 38 business class, 268 kelas ekonomi, dan muatan kargo sebanyak 11 ton.

Dengan muatan sebanyak itu, diperlukan kekerasan landasan 132 R/D/W/T. Sedangkan waktu itu di Soekarno-Hatta hanya 120 R/D/W/T.

Ketika itu Dahlan Iskan sempat turun langsung ke lapangan untuk mempertemukan Direksi Garuda Indonesia dan Angkasa Pura II. Dicapai solusi Angkasa Pura II akan meningkatkan kekerasan landasan sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

Ditjen Perhubungan Udara, lewat KP 447/2014 tanggal 9 September 2014 mengeluarkan keputusan tentang pembayaran PSC disatukan ke dalam tiket penumpang pesawat udara. Namun tidak ada ketentuan yang memaksa dari sisi waktu. Sehingga percuma saja itu dikeluarkan sebab seluruh operator pesawat terbang yang beroperasi di Indonesia belum tentu mau mematuhinya.

"Seharusnya Pak Dahlan dan Menteri Perhubungan Pak EE Mangindaan secara serius mendiskusikan keputusuan tersebut. Paling utama adalah sama-sama mendorong agar seluruh operator pesawat terbang komersial di Indonesia segera melaksanakannya. Sehingga aturan tersebut tidak seperti macan ompong yang tidak punya kekuatan apa-apa," ujar Aqua menutup komentarnya.


==================================================================

NB: Kami membuka peluang usaha bisnis tiket pesawat online,Tiket Kereta Api dan Voucher Hotel Online, untuk menjadi member tidak sesulit yang anda bayangkan, bisa dilakukan kapan saja dimana saja oleh anda yang berprofesi sebagai karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, mahasiswa, atau siapa saja dengan modal terjangkau hanya Rp. 150.000,- 

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA
TANPA HARUS DEPOSIT !!
Untuk Pendaftaran silahkan klik Icon di bawah ini, anda akan diarahkan ke Halaman Formulir pendaftaran di Website utama kami " www.birotiket.com "

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman
Klik Gambar Kunjungi Laman
Legalitas Perusahaan

PT. ANTA UTAMA

Jl. Dhoho Gg Masjid Setono Gedong No. 3, KEDIRI

JAWA TIMUR - INDONESIA

Akta Notaris No. : 17, Tanggal : 15 Januari 2009

SK Kehakiman No. : AHU-1475.AH.01.01 Tahun 2009

Ijin Usaha Pariwisata No. : 556/11/419.45/2009

SIUP No. : 503.5/033/419.38/2009

TDP No. : 13.11.1.63.00368

NPWP No. : 02.666.101.7-622.000

Sertifikat ASITA No. : 0343/XII/DPP/2009

PT. ANTA UTAMA Adalah Perusahaan Biro perjalanan yang berpengalaman di bidang : Transportasi, ticketing, dokumen perjalanan, Haji/umroh, dan Tour pariwisata. Sudah ribuan bahkan jutaan orang yang telah menikmati jasa pelayanan kami.

Sesuai nama perusahaan ANTA ( dalam bahasa Arab ) yang berarti Anda atau Kamu dan UTAMA yang berarti : Mulya atau Prioritas, maka sesuai dengan nama di atas kami berkomitmen untuk selalu menjadikan anda sebagai prioritas pelayanan kami.

Disamping Arti secara etimologi, nama di atas juga mempunya nilai filosofi yang sangat mendalam yang tidak mungkin kami uraikan di tempat ini.


OFFICE PT. ANTA UTAMA

OPERATOR TICKETING PT. ANTA UTAMA