Selamat Datang

Cara Mudah Memiliki Bisnis Tiket Pesawat Online Akhirnya Ditemukan !

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU
DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE


Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online


http://www.agen-tiket-pesawat.com/

http://www.agen-tiket-pesawat.com/2013/05/cara-daftar-keagenan.html

Asita Segera Dirikan Maskapai Penerbangan



Solopos.com, MEDAN — Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Association of the Indonesia Tour & Travel Agencies/Asita) berencana mendirikan maskapai penerbangan. Rencana itu diklaim bakal direalisasi dalam waktu tak terlalu lama karena bakal diwujudkan melalui bekerja sama dengan investor asing.

Ketua Umum Asita Asnawi Bahar mengatakan modal untuk rencana pendirian maskapai penerbangan tentu akan disesuaikan dengan kebutuhan pesawat yang akan dioperasikan oleh airlines tersebut. Nantinya, sambung dia, akan dihitung dan dikaji jika sudah melakukan konsultasi dengan pelbagai pihak terkait.

Sejak setahun yang lalu, aku Asnawi, Asita telah berkonsultasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) dan tokoh-tokoh lain untuk melihat peluang pada bisnis maskapai penerbangan. Berdasarkan konsultasi tersebut, setidaknya terdapat dua alternatif, yakni mendirikan penerbangan baru dengan prosedur yang cukup berat. Alternatif berikutnya adalah menggunakan perusahaan airlines yang telah berdiri dengan mengakuisisi maupun bekerja sama. Tentu, imbuh dia, persyaratannya tidak cukup berat.

Permodalan bagi perusahaan airlines yang akan didirikan itu, sambungnya, tidak sulit. Dengan anggota Asita yang lebih dari 6.000, nantinya akan dibentuk sebuah perusahaan terbuka dengan masing-masing anggota diwajibkan menjadi pemegang saham. Perhitungan modal bagi masing-masing anggota akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Hal itulah yang masih dalam tahap penghitungan dan pengkajian Asita agar tidak terjadi kesalahan prosedural.

Menurutnya semangat pendirian airlines ini disebabkan oleh sebuah keinginan akibat adanya perilaku perusahaan airlines domestik yang kian tidak memperdulikan biro perjalanan. “Airlines mulai meninggalkan kami, sebelum kami semakin ditinggalkan, kalau sudah di warung-warung kopi bisa menjual tiket kan susah. Ini jelas tidak ada keinginan kerja sama dengan baik,” ungkapnya kepada Jaringan Informasi Bisnis indonesia (JIBI) di Medan, Kamis (21/11/2013).

Selain dengan usaha patungan bersama anggota Asita, pendirian perusahaan airlines ini juga akan dibuka bagi investor asing. Asnawi mengungkapkan skema yang akan ditawarkan untuk permodalan berupa penanaman modal asing (PMA). Pendirian airlines ini, kata dia, dimaksudkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan 2015 mendatang. Ditargetkan pada 2014 mendatang perusahaan airlines ini sudah dapat beroperasi.

Dengan latar belakang Asita sebagai sebuah organisasi nirlaba, pihaknya akan mempersiapkan badan hukum pendirian airlines dalam waktu 1-2 bulan mendatang. Setelah itu akan dilanjutkan dengan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan.

Dia berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan terutama pada sisi proses perizinan. Pasalnya, Asita menargetkan dengan pendirian airlines ini diharapkan akan terjadi penambahan wisatawan mancanegara yang lebih signifikan. “Kami akan kejar target penambahan wisatawan, seat kapasitas terbatas. Kami ingin kalau memang memungkinkan agar seat kapasitas inbound lebih banyak, ” paparnya.

Solahuddin Nasution, Ketua DPD Asita Sumatra Utara, mengatakan gagasan untuk mendirikan maskapai penerbangan muncul beberapa waktu sebelum pelaksanaan Rapat Kerja Nasional II Asita di Medan 15-17 November 2013. Pada saat Rakernas II tersebut diputuskan untuk memberikan mandat kepada Ketua Umum Asita Asnawi Bahar agar membuat perencanaan pendirian maskapai penerbangan.

“Ketua Umum Asita diamanatkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” ungkapnya. Nantinya, Ketua Umum Asita akan membentuk sebuah tim khusus yang bertugas untuk melakukan pengkajian pendirian maskapai penerbangan tersebut. Tim tersebut bertugas untuk melihat secara hukum legal formal serta mengkaji hal-hal teknis maupun non-teknis.

Dia mengungkapkan pendirian airlines tersebut melalui 3 pertimbangan yang cukup komprehensif. Pertama, pangsa pasar penumpang airlines di Indonesia masih dikuasai oleh anggota Asita. Tercatat 60%-70% penjualan tiket penerbangan dilakukan oleh biro perjalanan.

Pertimbangan kedua, adanya kekecewaan dari banyak perusahaan biro perjalanan terhadap sikap airlines yang ada terutama maskapai penerbangan dalam negeri. Airlines dalam negeri dituding sering melakukan tindakan sepihak tanpa mempertimbangkan keluhan dari agen penjualan yang sudah membesarkannya.

Kemudian pertimbangan ketiga, sambungnya, sebagai penguasa pasar penjualan tiket pesawat Asita mengakui lebih memahami selera penumpang. Pasalnya, selama ini keluhan-keluhan yang dialamatkan kepada airlines selalu diasampaikan kepada biro perjalanan sebagai tempat pembelian tiket.

“Dari ketiga hal itulah, mulai dari kami memiliki pasar, ketidakadilan, dan kami memahami pasar, kenapa tidak kami coba membuat airlines. Memang itu sebuah gagasan besar, tetapi bukan suatu hal yang tidak mungkin,” tuturnya.

Dia menilai dukungan terhadap biro perjalanan di Indonesia masih jauh di bawah yang dilakukan pemerintah di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura. Dukungan mulai dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur, promosi dan kemudahan berbagai perizinan, tidak didapatkan di Indonesia.

Sementara itu, kendati jumlah maskapai penerbangan di dalam negeri telah cukup banyak, Solahuddin optimistis dapat bersaing dengan airlines yang ada. Pasalnya berbekal potensi pasar dan pemahaman terhadap pasar, Asita Airlines diyakini mampu meraup pasar dalam negeri.


Sumber: Solopos.com

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman
Klik Gambar Kunjungi Laman
Legalitas Perusahaan

PT. ANTA UTAMA

Jl. Dhoho Gg Masjid Setono Gedong No. 3, KEDIRI

JAWA TIMUR - INDONESIA

Akta Notaris No. : 17, Tanggal : 15 Januari 2009

SK Kehakiman No. : AHU-1475.AH.01.01 Tahun 2009

Ijin Usaha Pariwisata No. : 556/11/419.45/2009

SIUP No. : 503.5/033/419.38/2009

TDP No. : 13.11.1.63.00368

NPWP No. : 02.666.101.7-622.000

Sertifikat ASITA No. : 0343/XII/DPP/2009

PT. ANTA UTAMA Adalah Perusahaan Biro perjalanan yang berpengalaman di bidang : Transportasi, ticketing, dokumen perjalanan, Haji/umroh, dan Tour pariwisata. Sudah ribuan bahkan jutaan orang yang telah menikmati jasa pelayanan kami.

Sesuai nama perusahaan ANTA ( dalam bahasa Arab ) yang berarti Anda atau Kamu dan UTAMA yang berarti : Mulya atau Prioritas, maka sesuai dengan nama di atas kami berkomitmen untuk selalu menjadikan anda sebagai prioritas pelayanan kami.

Disamping Arti secara etimologi, nama di atas juga mempunya nilai filosofi yang sangat mendalam yang tidak mungkin kami uraikan di tempat ini.


OFFICE PT. ANTA UTAMA

OPERATOR TICKETING PT. ANTA UTAMA