Selamat Datang

Cara Mudah Memiliki Bisnis Tiket Pesawat Online Akhirnya Ditemukan !

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU
DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE


Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online


http://www.agen-tiket-pesawat.com/

http://www.agen-tiket-pesawat.com/2013/05/cara-daftar-keagenan.html

Indonesia Raya versi 3 bait

Indonesia Raya versi 3 bait, Indonesia Raya, merayakan spirit kebangsaan.
Berbicara soal lagu kebangsaan kita Indonesia Raya, sadarkah kita bahwa setiap lagu itu kita nyanyikan atau kumandangnya kita dengarkan, bagaimanakah perasaan kita? tergugah, terharu, ataukah biasa saja . . .
Apakah kita hanya tau karena selalu mendengar, ataukah kita hanya merasa seolah-olah terbawa suasana pada saat awal berdirinya negara kita ini, atau cukup pahamkah kita akan arti kata per-kata pada lirik lagu ini, atau bahkan kita kadang tidak hapal dengan lirik dari lagu itu karena terbawa pada irama mars-nya saja? (alasan!). Pernahkah kita memikirkan tentang aktualitas lagu kebangsaan ini dalam kehidupan berbangsa kita dewasa ini. Dan apakah kita merasa sangat Indonesia pada saat kita mendengar atau menyanyikan lagu Indonesia Raya ini. Sadarkah kita bahwa susunan lirik dari lagu Indonesia
Raya merupakan soneta atau sajak 14 baris yang terdiri dari satu oktaf [atau dua kuatren] dan satu sekstet.
Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan dilantunkan pertama kali pada Kongres Pemuda di Batavia [sekarang Jakarta] pada tanggal 28 Oktober 1928 itu masih berupa musik saja [instrumentalia], dan baru pada tahun 1935 tercipta liriklagunya dalam 3 bait.
Lirik Indonesia Raya merupakan seloka atau pantun berangkai, menyerupai cara empu Walmiki ketika menulis epik Ramayana, dan mengilhami para seniman angkatan Pujangga Baru untuk menggunakan soneta sebagai bentuk ekspresi puitis. Kekuatan dan kedalaman liriknya sangat avant garde, mengingat sang pencipta Wage Rudolf Supratman sendiri meninggal dunia pada tahun 1938 atau 7 tahun sebelum kemudian lagu yang diciptakannya dikukuhkan menjadi lagu kebangsaan.
Seorang komponis yang sangat nasionalis sekaligus visioner yang lewat karya dan proses yang menuntunnya ikut mengawal bangsa kita untuk selalu ingat akan hakikatnya sebagai bangsa yang besar, persis sejalan dengan garis dari leluhur kita tentang Nusantara, yaitu:
“Negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharjo”
Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi !

Indonesia Raya

Ciptaan: Wage Rudolf Supratman


bait I
Indonesia Tanah Airku,
Tanah Tumpah Darahku,
Disanalah Aku Berdiri
Jadi Pandu Ibuku,
Indonesia, Kebangsaanku,
Bangsa Dan Tanah Airku,
Marilah Kita Berseru,
Indonesia Bersatu!
Hiduplah Tanahku,
Hiduplah Negriku,
Bangsaku, Rakyatku semuanya!
Bangunlah Jiwanya,
Bangunlah Badannya,
Untuk Indonesia Raya!

bait II
Indonesia, Tanah Yang Mulia,
Tanah Kita Yang Kaya,
Disanalah Aku Berdiri,
Untuk Slama-lamanya,
Indonesia Tanah Pusaka,
Pusaka Kita Semuanya,
Marilah Kita Mendoa
Indonesia Bahagia!
Suburlah Tanahnya,
Suburlah Jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya!
Sadarlah Hatinya,
Sadarlah Budinya,
Untuk Indonesia Raya!

bait III
Indonesia, Tanah Yang Suci,
Tanah Kita Yang Sakti,
Disanalah Aku Berdiri,
Menjaga Ibu Sejati,
Indonesia Tanah Berseri,
Tanah Yang Aku Sayangi,
Marilah Kita Berjanji,
Indonesia Abadi!
Slamatlah Rakyatnya,
Slamatlah Putranya,
Pulaunya, Lautnya, Semuanya!
Majulah Negrinya,
Majulah Pandunya,
Untuk Indonesia Raya!

reff:
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya!
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Tanahku, Negriku Yang Kucinta,
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya!


PEMAHAMAN: Lagu Kebangsaan kita, “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Supratman dengan versi utuh 3 bait ini sungguh sangat membangkitkan rasa ke-Nasionalisme-an kita, sangat terasa getar dan spirit dari semua leluhur bangsa kita yang seakan-akan menuntun langsung proses dari
penciptaan lirik-lirik ini, sekiranya sudah saatnya semua rakyat kita ikut menyimak dan memahami keseluruhan isi dari lagu Indonesia Raya ini.
Benang merah dari bait kesatu - kedua - ketiga :
~ bait kesatu
Aku berdiri jadi Pandu Ibuku dengan cara membangun jiwa dan raga.
~ bait kedua
Aku berdiri untuk selamanya, karena Indonesia Tanah Pusaka, maka dari itu . . . lewat doa, di-doakanlah supaya tanahnya harus subur, dan jiwa rakyatnya juga subur, jiwa rakyat disini lebih merupakan paduan antara hati [bathin] dan budi [perilaku].
~ bait ketiga
Indonesia Tanah yang Suci dan Sakti, maka dari itu : aku berdiri menjaga sang Ibu, agar tanah ini berseri.
Berjanjilah Indonesia Abadi, dengan cara: selamatkan rakyat, selamatkan putra terpilih, maka “Negeri ini dan pemimpinnya akan maju”.
Inti dan benang merah dari keutuhan 3 bait itu adalah :Tekad, Harapan, dan Tugas! Menilik lebih dalam lagi tentang rangkuman pemahaman dari keutuhan lagu itu yang merupakan konsepsi dasar dari Manunggaling Kawula Gusti, dan hasil dari semua kata-kata yang ada di bait itu merupakan tuntunan langsung dari Dewi Sri melalui perlambang burung sriti.
Terdapat interval waktu dari proses pencapaian penciptaan utuh lagu Indonesia Raya ini, lagu ini versi instrumentalia-nya dilantunkan pertama kali pada Kongres Pemuda di Jakarta tanggal 28 Oktober 1928, seluruh rangkaian liriknya diselesaikan pada 15 Juli 1935 [Senin Kliwon, wuku Warigalit], dan menunggu cukup lama [menanti timing yang tepat] untuk dikumandangkan pada tahun 1942, terdapat interval waktu per-tujuh tahun mulai dari 1928 - 1935 - 1942. Pelantunan utuh lagu Indonesia Raya ini karena kondisi pada waktu diciptakannya lirik tersebut [tahun 1935] tidak memungkinkan, dan harus menunggu datangnya ‘saudara tua’ seperti yang sudah digariskan oleh alam dan leluhur kita lewat Jangka Jayabaya.
Saudara tua itu tak lain dan tak bukan adalah Nippon [Jepang] yang berlambangkan matahari terbit, yang merupakan manifestasi dari Bathara Surya, dan hanya seorang Kusno [Soekarno] yang dapat mengambih alih itu semua untuk kemudian memerdekakan bangsa ini, itulah juga kenapa Soekarno juga disebut sebagai Putra Sang Fajar.
Kajian DoingGood, Selasa Kliwon, 16 Juli 2007
Wage Rudolf Supratman (1903-1938)
Wage Rudolf Supratman lahir 19 Maret 1903 di Dusun Trembelang, kelurahan
Somongari, kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Sebagai anak ke tujuh dari Keluarga Jumeno Senen Sastrosuharjo. Lahir pada pasaran Wage. Dua bulan kemudian dibawa kembali ke Tangsi Meester Cornelis Jatinegara Jakarta. Untuk memenuhi peraturan administrasi guna memperoleh tunjangan warga KNIL maka dibuat keterangan kelahiran dengan nama Wage Supratman.
Di Makassar untuk melanjutkan sekolah ke ELS (Europees Lagere School) ia diangkat anak oleh kakak iparnya Sersan Willem Van Eldik dan diberi nama tambahan Rudolf, terus melanjutkan ke Normaalschool hingga lulus.
Pada tahun 1924 ia pergi ke Bandung, ia menjadi wartawan koran Kaum Muda. Ia ikut memperjuangkan cita-cita kebangsaan dalam bidang komunikasi massa
bermain biola. Lagu itu diperkenalkan secara luas untuk pertama kali di depan Kongres Pemuda yang berlangsung di Jakarta 28 Oktober 1928. Dengan biola ditangan, Supratman memperdengarkan karyanya itu.
Untuk selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik. Setelah Indonesia Merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai
lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa. Pada 17 Agustus 1938, WR. Supratman meninggal dunia di Surabaya.

Sumber Video: Arsip Negara. 

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman

PELAJARI CARA BOOKING TERBARU KAMI YANG SEMAKIN SIMPEL, Klik Gambar di bawah, kunjungi Laman
Klik Gambar Kunjungi Laman
Legalitas Perusahaan

PT. ANTA UTAMA

Jl. Dhoho Gg Masjid Setono Gedong No. 3, KEDIRI

JAWA TIMUR - INDONESIA

Akta Notaris No. : 17, Tanggal : 15 Januari 2009

SK Kehakiman No. : AHU-1475.AH.01.01 Tahun 2009

Ijin Usaha Pariwisata No. : 556/11/419.45/2009

SIUP No. : 503.5/033/419.38/2009

TDP No. : 13.11.1.63.00368

NPWP No. : 02.666.101.7-622.000

Sertifikat ASITA No. : 0343/XII/DPP/2009

PT. ANTA UTAMA Adalah Perusahaan Biro perjalanan yang berpengalaman di bidang : Transportasi, ticketing, dokumen perjalanan, Haji/umroh, dan Tour pariwisata. Sudah ribuan bahkan jutaan orang yang telah menikmati jasa pelayanan kami.

Sesuai nama perusahaan ANTA ( dalam bahasa Arab ) yang berarti Anda atau Kamu dan UTAMA yang berarti : Mulya atau Prioritas, maka sesuai dengan nama di atas kami berkomitmen untuk selalu menjadikan anda sebagai prioritas pelayanan kami.

Disamping Arti secara etimologi, nama di atas juga mempunya nilai filosofi yang sangat mendalam yang tidak mungkin kami uraikan di tempat ini.


OFFICE PT. ANTA UTAMA

OPERATOR TICKETING PT. ANTA UTAMA